Cukuplah Allah
oleh: Bunda Aufa
Putramu bukanlah putramu
Mereka adalah putra putri kehidupan yang mendambakan hidup mereka sendiri
Mereka datang dari kamu tetapi bukan dari kamu
Dan sungguhpun bersamamu mereka bukan milikmu
Engkau dapat memberikan kasih sayangmu, tetapi tidak pendirianmu
Sebab mereka memiliki pendirian mereka sendiri.
Engkau dapat memberikan tempat pijak bagi raganya
Tapi tidak bagi jiwanya,lantaran jiwa mereka ada di masa datang
Yang tidak bisa engakau capai sekalipun dalam mimpi.
Engkau berusaha mengikuti alam mereka, tetapi
Jangan berhadap mereka dapat mengkuti alammu,
sebab hidup tidak surut ke belakang dan tidak pula tertambat di masa lalu.
(Kahlil Gibran)
Subhanallah, ...karya Kahlil Gibran di atas sangat menyentuh hati saya... ya ... saya hanyaseorang ibu rumah tangga biasa yang memiliki dua orang putra, yang pertama berumur 5 tahun dan yang kedua 2,5 tahun. awal menikah saya membayangkan menjadi ibu itu hal yang mudah, tetapi saya salah ... menjadi ibu adalah hal yang tidak mudah jika kita tidak memiliki ilmunya ... sebab ibu adalah madrasatul ula (sekolah pertama) dan tauladan yang baik bagi anak-anakmya, salah mendidik mereka maka akan lahirlah generasi-generasi yang tidak mengenal Rabb-nya.
Saya merasa risau dengan perkembangan pendidikan anak-anak, saya tidak berfikir akan menjadi apa kelak mereka dewasa ... polisi, tentara, pedagang, guru, ... atau apalah itu, ... biarlah Allah yang mengaturnya dengan segala kuasa, rizki & takdir-Nya, sederhana yang saya inginkan ...tetapi butuh kesungguhan, saya hanya berfikir bagaimana proses menjadikan mereka tumbuh sebagai generasi yang rabbani.
Saya melihat berapa tak bergunanya kebanggaan terhadap kreativitas & kecerdasan anak, ketika mereka tidak tahu jalan hidup yang harus ditempuh, bahkan ilmu agama yang tinggipun akan sia-sia kalau mereka tidak mempunyai harga diri yang bersih serta tujuan hidup yang pasti.
ada satu hadist yang sering kita ingat, tetapi jarang menjadi landasan kira dalam berbuat, Rosulullah SAW mengingatkan kita, "Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya." ya, ... banyak orang tua yang berhasil mendidik adaknya bukan karena kepandaiannya mendidik anak, tetapi karena do'a-do'a mereka yang tulus, banyak orang tua yang caranya mendidik salah jika ditinjau dari sudut pandang psikologis, tetapi anak-anaknya tumbuh menjadi penyejuk mata yang membawa kebaikan dikarenakan amat besarnya pengharapan orang tua.
Ya Allah, alangkah masih sering kita lalai hati kita ... kita berbuat tapi tanpa berniat, akibatnya hati risau dan jiwa kita gelisah, semoga saya dan kita semuatidak salah memilihkan tempat pendidikan bagi buah hati kita.
Cukuplah kepada Allah kita menggantungkan harapan hari-hari mendatang anak kita ... semoga Allah menjadikan anak-anak kita senantiasa mengingat Rabb-nya, mentaati rosul-Nya, dan memberikan kebaikan dunia & akhirat ...Allahumma amin.
(Tulisan di atas pernah dimuat di buku Aku Suka Bercerita, Edt. Patmi Yati, penerbit Zukino Publishing, 2012)
0 komentar:
Posting Komentar