Menjadi Ayah Idola Anak dan Keluarga
Pada acara Talk Show
Parenting yang di gelar oleh PG/TK Islam Salsabila di masjid Istiqomah kompleks
perguruan Muhammadiyah Sempaja itu, Ayah Edih memaparkan hal ihwal Ayah sebagai
teladan (idola) bagi anak dan keluarga. Alih-alih membedakan peran Ayah dan Ibu
dalam mendidik anak, Ayah Edih lebih mengedepankan pendekatan kerjasama antara
Ayah dan Ibu. Menurutnya, bentuk kerjasama itu dapat berwujud seperti hal-hal
berikut:
- Anak membutuhkan sentuhan bijak sang AYAH untuk lebih berani mengeksplorasi kemampuan
- Kelembutan IBU akan memberi kenyamanan menjalani hidupnya
- Ayah membangun Visinya, Ibu yang mengisi kerangka itu
- Ayah menstimulan karakter berani, tanggung jawab dan berpikir logis
- Ibu mengasah kepekaan rasa dan empati
- Ayah mewakili ‘dunia luar’ yg memengaruhi sikap anak dalam berinteraksi terhadap dunia luar.
Perhatian
ekstra
Orang tua juga
diharapkan mampu memberikan perhatian ekstra kepada anak-anak. Tidak cukup dengan
pemenuhan materi semata.
Orang tua hendaknya mau mendengar, tidak otoriter, sebagai upaya memahami dunia anak, sehingga orang tua dapat menilai dan berlaku adil, perilaku yang pada gilirannya akan menjadikan orang tua sebagai “sahabat” bagi anak.
Orang tua hendaknya mau mendengar, tidak otoriter, sebagai upaya memahami dunia anak, sehingga orang tua dapat menilai dan berlaku adil, perilaku yang pada gilirannya akan menjadikan orang tua sebagai “sahabat” bagi anak.
Demikian juga ketika
orang tua berinteraksi dengan anak, yang patut disadari adalah bahwa, mengajar
anak merupakan proses KETERLIBATAN untuk mengenalkan dunia dengan cara pandang
mereka, hal ini berarti, dari perspektif anak, keterlibatan itu mempunyai
kredit poin yang membekas dalam diri anak sehingga anak merasa berjalan bersama
teman, sehingga diperlukan pandangan positif orang tua terhadap anak-anak,
bukan sebaliknya.
Figur
Ayah
Perilaku
seorang ayah sehari-hari, ternyata akan direspon oleh anak laki-laki dan
perempuan sesuai naluri bawaan mereka masing-masing. Ayah Edih menjelaskan,
bahwa bagi anak perempuan ayah menjadi
model dalam mempelajari hal hal yang biasanya dominan pada laki laki,
misalnya: tegas, rasional, kontrol
emosi, percaya diri, kekuatan, kepemimpinan, otoritas. Sementara bagi anak laki
laki ayah menjadi model bagaimana memperlakukan perempuan, kendali emosi, cara
bergaul, mempertahankan pendapat, mandiri, tanggungjawab, memimpin.
Sungguh
suatu hal yang memprihatinkan, manakala dalam realita masih dijumpai kondisi
yang tidak diharapkan dari Ayah justru dimunculkan oleh figur yang semesti
menjadi tauladan itu. Ayah Edih menyebutkan kondisi dimaksud antara lain adalah;
Ketiadaan
AYAH secara Psikologis
Fungsi
AYAH saat ini, umumnya :
- Memberi nafkah (Ayah ATM)
- Memberi Izin untuk menikah
Hal tersebut dapat mengakibatkan
dampak lanjutan, antara lain;
o Rendahnya
harga diri anak
o Bertingkah
kekanak-kanakan
o Terlalu
bergantung
o Kesulitan
menetapkan identitas seksual (cenderung feminin atau hipermaskulin)
o Kesulitan
dalam belajar
o Kurang
bisa mengambil keputusan
o Bagi
anak perempuan, tanpa model peran ayah setelah dewasa sulit menentukan pasangan
yang tepat untuknya, salah memilih pria yang layak
Ayah
Idola/Teladan
Mencermati
paparan di atas, Ayah Edih mengingatkan, bahwa menjadi Ayah Idola anak dan
keluarga adalah suatu kewajiban, dan itu juga sesuatu yang niscaya. Lalu,
bagaimana caranya?... menjawab pertanyaan ini Ayah Edih mengeluarkan sejumlah
jurus, yaitu;
- Selalu sediakan waktu untuk berinteraksi
- Hindari tingkah laku menghina, meremehkan, memarahi, membandingkan
- Jangan pasif, aktif mentransfer nilai-nilai baik
- Memberi perhatian tulus, kasih sayang, tegas, mandiri, teladan
- Memberi dukungan
Bagi Anda, Ayah yang
“susi” (super sibuk), Ayah Edih
memberikan tambahan jurus jitu, insyaallah, yaitu WAKTU PENGASUHAN EFEKTIF,
kapan itu?;
- Pagi Hari Sebelum Kerja
- 5 menit tegur sapa di siang hari
- Menjelang Tidur
- Saat Naik Kendaraan
- Saat Libur
- Saat Anak Sedih
- Saat Anak Unjuk Prestasi
Ayah Edih juga
menawarkan kepada para ayah, metode pengasuhan anak ala James Van Horn (seorang
Profesor sosiologi dari Pennsylvania University) yang disingkat sebagai CARE,
yakni;
- Consideration. Memperlihatkan kepedulian dan perhatian kepada kebutuhan dan perasaan anak-anaknya
- Appreciation. Menunjukkan penghargaan, mestkipun terlihat sepele tapi sangat besar artinya bagi si kecil.
- Respect. Hormatilah pilihan anak walaupun itu tidak sesuai dengan selera Anda
- Empathy. Anda dapat mengembangkan perasaan empati atau mengerti dan merasakan terhadap apa yang sedang terjadi pada orang lain kepada si kecil.
0 komentar:
Posting Komentar