Minggu, 22 Desember 2013



Menjadi Ayah Idola Anak dan Keluarga
Pada acara Talk Show Parenting yang di gelar oleh PG/TK Islam Salsabila di masjid Istiqomah kompleks perguruan Muhammadiyah Sempaja itu, Ayah Edih memaparkan hal ihwal Ayah sebagai teladan (idola) bagi anak dan keluarga. Alih-alih membedakan peran Ayah dan Ibu dalam mendidik anak, Ayah Edih lebih mengedepankan pendekatan kerjasama antara Ayah dan Ibu. Menurutnya, bentuk kerjasama itu dapat berwujud seperti hal-hal berikut:
  • Anak membutuhkan sentuhan bijak sang AYAH untuk lebih berani mengeksplorasi kemampuan
  • Kelembutan IBU akan memberi kenyamanan menjalani hidupnya 
  • Ayah membangun Visinya, Ibu yang mengisi kerangka itu 
  • Ayah menstimulan karakter  berani, tanggung jawab dan berpikir logis 
  • Ibu mengasah kepekaan rasa dan empati 
  • Ayah mewakili ‘dunia luar’ yg memengaruhi sikap anak dalam berinteraksi terhadap dunia luar.

Perhatian ekstra
Orang tua juga diharapkan mampu memberikan perhatian ekstra kepada anak-anak. Tidak cukup dengan pemenuhan materi semata.
Orang tua hendaknya mau mendengar, tidak otoriter, sebagai upaya memahami dunia anak, sehingga orang tua dapat menilai dan berlaku adil, perilaku yang pada gilirannya akan menjadikan orang tua sebagai “sahabat” bagi anak.
Demikian juga ketika orang tua berinteraksi dengan anak, yang patut disadari adalah bahwa, mengajar anak merupakan proses KETERLIBATAN untuk mengenalkan dunia dengan cara pandang mereka, hal ini berarti, dari perspektif anak, keterlibatan itu mempunyai kredit poin yang membekas dalam diri anak sehingga anak merasa berjalan bersama teman, sehingga diperlukan pandangan positif orang tua terhadap anak-anak, bukan sebaliknya.

Figur Ayah
                Perilaku seorang ayah sehari-hari, ternyata akan direspon oleh anak laki-laki dan perempuan sesuai naluri bawaan mereka masing-masing. Ayah Edih menjelaskan, bahwa bagi anak perempuan  ayah menjadi model dalam mempelajari hal hal yang biasanya dominan pada laki laki, misalnya:  tegas, rasional, kontrol emosi, percaya diri, kekuatan, kepemimpinan, otoritas. Sementara bagi anak laki laki ayah menjadi model bagaimana memperlakukan perempuan, kendali emosi, cara bergaul, mempertahankan pendapat, mandiri, tanggungjawab, memimpin.
                Sungguh suatu hal yang memprihatinkan, manakala dalam realita masih dijumpai kondisi yang tidak diharapkan dari Ayah justru dimunculkan oleh figur yang semesti menjadi tauladan itu. Ayah Edih menyebutkan kondisi dimaksud antara lain adalah;
  Ketiadaan AYAH secara Psikologis
  Fungsi AYAH saat ini, umumnya :
                  - Memberi nafkah (Ayah ATM)
                  - Memberi Izin untuk menikah
Hal tersebut dapat mengakibatkan dampak lanjutan, antara lain;
o  Rendahnya harga diri anak
o  Bertingkah kekanak-kanakan
o  Terlalu bergantung
o  Kesulitan menetapkan identitas seksual (cenderung feminin atau hipermaskulin)
o  Kesulitan dalam belajar
o  Kurang bisa mengambil keputusan
o  Bagi anak perempuan, tanpa model peran ayah setelah dewasa sulit menentukan pasangan yang tepat untuknya, salah memilih pria yang layak

Ayah Idola/Teladan
                Mencermati paparan di atas, Ayah Edih mengingatkan, bahwa menjadi Ayah Idola anak dan keluarga adalah suatu kewajiban, dan itu juga sesuatu yang niscaya. Lalu, bagaimana caranya?... menjawab pertanyaan ini Ayah Edih mengeluarkan sejumlah jurus, yaitu;
  • Selalu sediakan waktu  untuk berinteraksi 
  • Hindari tingkah laku menghina, meremehkan, memarahi, membandingkan 
  • Jangan pasif, aktif mentransfer nilai-nilai baik 
  • Memberi perhatian tulus, kasih sayang, tegas, mandiri, teladan 
  • Memberi dukungan
Bagi Anda, Ayah yang “susi” (super sibuk), Ayah Edih memberikan tambahan jurus jitu, insyaallah, yaitu WAKTU PENGASUHAN EFEKTIF, kapan itu?;
  1. Pagi Hari Sebelum Kerja
  2. 5 menit tegur sapa di siang hari
  3. Menjelang Tidur
  4. Saat Naik Kendaraan
  5. Saat Libur
  6. Saat Anak Sedih
  7. Saat Anak Unjuk Prestasi
Ayah Edih juga menawarkan kepada para ayah, metode pengasuhan anak ala James Van Horn (seorang Profesor sosiologi dari Pennsylvania University) yang disingkat sebagai CARE, yakni;
  • Consideration. Memperlihatkan kepedulian dan perhatian kepada kebutuhan dan perasaan anak-anaknya
  • Appreciation. Menunjukkan penghargaan, mestkipun terlihat sepele tapi sangat besar artinya bagi si kecil.
  • Respect. Hormatilah pilihan anak walaupun itu tidak sesuai dengan selera Anda
  • Empathy. Anda dapat mengembangkan perasaan empati atau mengerti dan merasakan terhadap apa yang sedang terjadi pada orang lain kepada si kecil.
Mengakhiri paparanya, Ayah Edih kembali mengingatkan kepada para Ayah, bahwa “anak itu adalah rahasia Ayahnya.” Maksudnya, kira-kira ….jika pingin tahu bagaimana tingkah-polah seorang Ayah, cermati saja bagaimana anak-anaknya berperilaku!

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2009 PG/TK ISLAM KREATIF SALSABILA. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemesfree